April Mop adalah adalah hari di mana Umat Islam di tipu, di bantai dan di bunuh .... Kita jangan ikut2an merayakannya
#SharePlease!
April Mop, sering diperingati oleh banyak orang sebagai hari menipu
atau mengerjai teman hingga keluarga. Dan orang yang dikerjai tidak
boleh marah saat tahu bahwa hari itu adalah April Mop. Namun, tahukah
Anda sejarah tentang April Mop?
Ditelisik dari sejarah, April
Mop merupakan sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan
umat Islam Spanyol oleh tentara Salib yang dilakukan lewat cara-cara
penipuan. Sebab itulah, orang non Islam merayakan April Mop dengan cara
melegalkan penipuan dan kebohongan, meski dibungkus dengan dalih sekadar
hiburan atau keisengan belaka.
Meski, belum sepopuler perayaan
tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade
terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin populer di masyarakat
Indonesia bahkan hingga dunia, khususnya di generasi muda Islam.
Jadi ke depannya, bisa jadi budaya ini juga akan meluas ke masyarakat
yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru
kebudayaan Barat yang tidak mendidik ini tanpa mengkritisinya terlebih
dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau tidak
bermanfaat.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi
yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman
disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Oleh
sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikutan
merayakan tradisi buruk ini. Jika ada orang Islam yang turut merayakan
April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan
massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
(dbs, FerIslam-12)
Sejarah dan Fakta April Mop
April
Mop, (atau The April’s Fool Day), berawal dari satu episode sejarah
Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,
Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan
Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan
di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah
dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan
sebagainya jatuh.
Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih
memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat
yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.
Karena
sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak
orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam.
Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh
mempraktikkan kehidupan secara Islami.
Tidak saja membaca
Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu
berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang
dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam
abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di
sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam
dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata
untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya mereka
menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama
melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka
mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara
gratis ke dalam wilayah Spanyol.
Musik diperdengarkan untuk
membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada
membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk
meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol.
Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol
jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib
benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan.
Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil,
wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol
jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan.
Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa
berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara
salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal
menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah,
tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih
bersembunyi di rumah-rumah.
Dengan lantang tentara salib itu
meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah
dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa
barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga
dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan
melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di
pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan,
mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar
meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim
Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh
barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan.
Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih
bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka.
Setelah
ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara
salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah
api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah
tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di
dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan,
hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang
dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu
dengan cepat tenggelam.
Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat
apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan
terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil.
Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera
membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan
takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh
dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah
berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan
dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia
kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day).
Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong
kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari
kemenangan atas dibunuhnya ribuan Umat Islam Spanyol oleh tentara salib
lewat cara-cara penipuan.
Sebab itulah, mereka merayakan April
Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus
dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
____________________
Share sebanyak-banyaknya !!